Harga Vs Nilai

Hari ini salah satu bos agak keras menanggapi jawaban dan langkah yang saya lakukan sebagai “sales”.. intinya kalau sales ya berusahalah untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya revenue tanpa harus dipusingkan oleh keterbatasan internal…pokoknya eskalasi kalau memang di level kamu sudah mentok…gitu katanya

Well, bener juga sih walaupun sebenarnya saya kurang setuju untuk kasus yang satu ini karna satu dan lain hal (sorry boss)

Berbicara mengenai salesman…atau marketer atau businessman…hukumnya sudah jelas..menjual sebanyak mungkin untuk achieve target…whatever-lah barang atau jasanya yang penting laku.

Biasanya mereka akan dinilai (diberi bonus juga) berdasarkan seberapa besar revenue yang mereka hasilkan…hal ini akan membuat salesman tersebut melakukan apapun untuk mencapai target-nya.. mereka bermain kata, bermain strategi, bahkan kadang-kadang bermain mata

Saya sering mendengar dari orang-orang, katanya kalau barang atau jasa bagus ya sales-nya gampang jadi tidak heran kalau barang/jasa-nya laku keras dan kalau jelek ya pantas tidak laku, dan ada yang menambahkan…sales yang paling bagus adalah yang bisa menjual barang/jasanya walaupun sebenarnya product-nya jelek..itu baru sales.

Tidak ada salahnya sih berfikir seperti itu hanya saja saya agak kurang setuju…bagi saya bagus tidaknya product itu tidak mutlak..mungkin menurut saya bagus tapi tidak bagi orang lain yang dikarenakan oleh banyak hal.. bisa dilihat dari cocok tidaknya product ini bagi si pembeli ataupun dari segi harganya ataupun dari sisi impact-nya terhadap hal lain dan lain sebagainya…

 

Yang paling ideal adalah menjual sesuai dengan nilai barang/jasa tersebut…

Terkadang orang begitu rakus sehingga berusaha untuk “menipu” pembeli dengan harga yang sangat jauh dari nilai barang..memang bagus sih untuk saat ini tapi percayalah…dalam beberapa waktu ke depan orang akan menyadari nilainya dan barang anda tidak akan laku lagi..walaupun bisa diatasi dengan menurunkan harga tapi akan sangat berpengaruh kepada planning jangka panjang anda (dengan catatan, yang ingin dicapai adalah long term bukan sesaat)..perhitungan-perhitungan akan meleset karena perubahan significant di harga ditambah lagi image masa lalu yang kurang baik (“barang ginian kok mahal, ga beli lagi deh!!” ) akan memakan cost tambahan dalam membangun kembali brand anda, belum lagi salesman yang kena batunya…dulunya revenue besar dapat diperoleh dengan mudah sekarang harga diturunin tapi target tambah (sesuai dengan policy perusahaan, kalau target akan naik terus dari pencapaian sebelumnya)..dan sebagai-sebagainya..memang kalau jujur itu pasti jauh lebih baik

Kasus lainnya, product bagus tapi tidak optimal dalam penjualannya…ini juga tidak benar, harusnya bisa dapat 100 karna tidak tahu akhirnya Cuma dapat 60 karena ketidaktahuan akan nilai product. Dengan menetapkan harga yang di bawah nilai product tersebut berarti kita memaksakan nilai product itu di level yang lebih rendah…perusahaan seharusnya bisa dapat lebih banyak jadi bisa expand lebih besar lagi dan yang pasti shareholder dan karyawan juga semakin makmur kalau memang revenue lebih besar tapi karena harga jual lebih murah dari nilai sebenarnya maka tertundalah semua itu…memang mengetahui itu jauh lebih baik daripada tidak atau pura-pura tidak

Jadi yang menjadi pusat penyelesaian (saya tidak suka menyebut masalah ) bukanlah berapa banyak product yang laku dijual (revenue) tapi seberapa tepatkah harga yang kita tetapkan.

Menetapkan harga yang tepat memang susah gampang-gampang (sedikit sudah, banyak gampangnya ), yang pasti ongkos produksi (termasuk bahan, inventory, delivery)…trus ongkos originalitas-nya, ongkos keunikannya dan yang pasti margin-nya. Untuk detail-nya panjang sekali kalau diuraikan..bisa bikin buku nanti deh kalau bukunya sudah jadi dijual dengan harga yang tepat.

Advertisements
This entry was posted in Other. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s