Pulau Tidung..

Setelah sebelumnya saya melakukan trip ke gunung (Gn Gede) kali ini ingin rasanya menikmati indahnya laut/ pantai. Sepertinya Pulau Seribu merupakan tempat yang ideal, rencana yang sudah dari dulu banget dicanangkan akhirnya bisa terwujud juga kali ini, thanks God untuk kesempatan yang indah ini.

Sebenarnya agak sulit juga awal-awalnya, dari sekian banyak teman yang diajak (bahkan banyak diantaranya yang belum kenal juga 🙂 ) hanya 2 orang yang confirm pasti ikut, karena memang kami agak dadakan, cuma seminggu persiapannya 🙂 ditambah lagi dari 3 orang ini, tidak ada seorang pun yang pernah kesana, hanya lewat internet saja info yang kami dapat 😀 walaupun saya sebenarnya sudah pernah juga ke Kep. Seribu, tapi yang dekat-dekat saja, seperti P. Untung Jawa (pulau pribadi 😀 ), P. Kelor, P. Rambut dan P.Onrust yang airnya masih kotor karena terlalu dekat Jakarta (kesannya Jakarta sumber kotor gitu, hehehhhe, tapi emang iya sihh). Kami pun membuat komitmen, kalaupun tidak ada orang, ya kita bertiga saja (sudah tidak sabar, pengennnn banget liat laut yang bening). Ini pun hampir gagal 🙂 syukur juga pada akhirnya kami jadi berangkat, malah dapat 2 orang tambahan lagi.

Sampai di Muara Angke sekitar pukul 6.15 pagi, kami sarapan dulu di warung sekitar dermaga sambil menunggu 1 orang anggota rombongan yang belum datang.

Kira-kira seperti ini lah pemandangan sekitar kami (bukan iklan lohh)

Setelah komplit, kami pun segera menuju kapal motor yang menuju P Tidung, ruamee banget penumpangnya, hanya tersisa 1 kapal yang belum berangkat, itupun tinggal bagian belakang kapal yang kosong, di atas pula, di belakang kenalpot lagi..bener-bener dehh, lengkap sudah indahnya perjalanan ini 😀 puanassnya matahari dicampur asap kenalpot kapal yang membuat baju hitam-hitam semuanya dan bisingnya minta ampunn, denger MP3 pake earphone di volume paling tinggi sampai tidak kedengaran, ngomongpun harus teriak yang kenceng, 3 jam lohh perjalanannya 😀

Kami pun mulai meninggalkan Jakarta sekitar pukul 7.00 pagi menuju Pulau Tidung

Setelah perjalanan yang memanaskan (syukur juga sih karena setengah perjalanan cuacanya rada mendung), membisingkan dan mengantukkan 😀 akhirnya kami tiba dengan selamat di dermaga Pulau Tidung Besar,

Kami langsung menghubungi guide kami, Pak Asep yang dengan sigap segera membawa kami ke ‘Home Stay’ yang ternyata adalah rumah orang tua beliau yang saat itu tidak ditempati, fasilitas termasuk komplit, serasa tinggal di rumah sendiri selama disana, enak bener 😀

Setelah istirahat sejenak dan bersih-bersih, kami pun bersiap untuk makan siang sebelum acara utama hari ini..snorkeling. Makan di warung murah meriahh euyy, tidak sampai 10rb rupiah sudah pake sayur, tempe, tongkol dan udang, mana nasinya buanyakk lagi 😀

Yang ditunggu-tunggu pun datang akhirnya, setelah ganti baju dan sewa peralatan snorkeling dari Pak Asep, kami bergegas menuju kapal yang sudah beliau siapkan untuk kami sewa seharian penuh. Ada 2 orang dari rombongan lain juga bergabung dengan kami untuk sewa kapal dan snorkeling ini

Kami pun sampai di Pulau Karang Beras, spot snorkeling yang pertama. Yang namanya belum pernah snorkeling, idihh senangnya minta ampun liat laut yang bening banget, sampai kelihatan coral-coralnya, langsung dehh pada nyebur ke laut (saya paling terakhir, karena ingin moto2 dulu, hikkss). Perlu untuk diperhatikan juga bagi yang belum pernah snorkeling, harus pelan-pelan dan dibiasakan dulu, jangan langsung main nyebur, ntar malah megap-megap sendiri 😀

Setelah puas keliling-keliling dan mutar kesana-kemarin, kami melanjutkan ke spot snorkeling kedua, Pulau Air. Ternyata lebih keren, sebelum nyebur foto2 dulu 😀

Di Pulau Air agak lama snorkelingnya, rasanya pengen terus dan terus 😀

Akhirnya waktu juga yang membatasi kami, perjalanan dilanjutkan ke spot snorkeling ketiga yang bertempat di Pulau Tidung sendiri, tapi karena ombak semakin besar dan kami sudah kedinginan semuanya, kami memutuskan untuk santai-santai saja, berendam di air dangkal di sekitar jembatan penghubung Pulau Tidung Besar (berpenduduk) dan Tidung Kecil (pulau kosong) yang terasa hangat. Saya sendiri sudah sangat kedinginan dan tidak ikut berendam, kesempatan untuk foto-foto 🙂 sekalian nyoba lensa manual yang baru datang soligor fixed 300mm f/5.5, hasilnya di-share dilain kesempatan saja 😀

Setelah merasa cukup puas, kami pun berjalan-jalan di jembatan kayu, sambil foto-foto tentunya 🙂

Namun waktu bener-bener sudah sore dan kami harus segera kembali ke ‘rumah’ untuk istirahat dan makan malam, kapal pun sudah menunggu

Perjalan hari ini sudah selesai..

Rasanya cape dan kulit rada-rada merah semua 😀 apapun yang ada di depan mata..happ, langsung disantap 🙂 Kami pun keluar untuk mencari makan, makan jagung bakar dulu untuk mengganjal perut sebelum hidangan utamanya siap, ikan dan cumi panggang 😀

Pagi-pagi benar kami sudah harus siap untuk berangkat agar dapat melihat sunrise, 3 sepeda butut sisa-sisa terakhir yang kami sewa mau tidak mau dijadikan tumpuan harapan kami untuk dapat sampai tepat waktu di Jembatan, spot untuk menikmati sunrise yang terbaik kata Pak Asep (besok-besok kalau kesana harus langsung sewa sepeda nihh)

Jerih payah itu terbayarkan.. indahnya melihat sang mentari mulai muncul pelan-pelan di ufuk timur, masih rada malu-malu yang ditunjukan melalui sinarnya yang masih lembut

Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh kami berlima, foto-foto siluet berbagai pose pun kami lakoni demi memuaskan kenarsisan kami 😀

Kamipun santai-santai sejenak sambil menikmati indahnya laut sekitar Jembatan

Ternyata masih ada yang snorkeling juga pagi itu, jadi pengen juga 😀

Sudah sekitar pukul 8 pagi, kamipun memutuskan untuk sarapan dekat-dekat jembatan dulu karena berniat untuk melihat-lihat Pulau Tidung Kecil.

Pulau Tidung kecil tidak berpenghuni (tidak ada rumah penduduk) tapi ada rumah dinas kehutanan, sepertinya tempat untuk budidaya bakau dan sejenisnya dan katanya ada kuburan di sebelah ujungnya. Sepertinya cukup banyak juga yang camping disekitaran tempat ini

Pantai agak sulit ditemui di Pulau Tidung, kami hanya menemukan pantai dengan luasan yang cukup sempit dibanding pantai pada umumnya

Dan tekstur pasir yang cukup padat sehingga cukup sulit membuat bekas jejak kaki, harus agak ditekan (buat jejak kaki maksudnya untuk di foto 😀 )

Tapi teteup, airnya bening banget 😀

Hari semakin siang dan kami harus segera kembali untuk beberes karena jam 1 kapal berangkat terakhir ke Jakarta, menyusuri jembatan menuju Pulau Tidung Besar tak henti-hentinya saya takjub melihat laut yang begitu bening

Apa daya, waktu sudah semakin menipis, pulau Tidung Besar pun semakin dekat di mata

Sepeda butut itu kembali menjadi andalan kami untuk kembali ke Home Stay, berkali-kali saya hampir jatuh dan nabrak orang 😀 soalnya ramai sekali, tidak seperti waktu berangkat, mana sepeda goyang melulu 🙂

Setelah bersih-bersih dan beberes, kami menuju rumah Pak Asep untuk mengembalikan sepeda, kunci rumah dan membayar semua ongkos sewa snorkeling, kapal dan penginapan. Tak lupa foto dulu di depan Home Stay

Kami pun segera menuju dermaga setelah makan siang, ternyata sudah ramai yang antri nunggu kapal. Kali ini lebih enak karena kami kebagian di dalam duduknya, hanya saja kaki tetep pegel-pegel, banyak orang soalnya, tidak bisa leluasa duduknya

Kurang lebih setengah perjalanan, nampak P. Kelor yang dulu pernah juga saya kunjungi sewaktu ikut trip ke P. Untung Jawa

Akhirnya sampailah di Jakarta, badan pegel-pegel rasanya, pengen rebahan secepatnya. Kami langsung naik angkot jurusan Muara Angke – Grogol untuk keluar dari kawasan pelabuhan dan pasar ikan, yang kemudian dilanjutkan dengan naksi ke meeting point.

Selesailah petualangan Pulau Tidung ini dengan menyisakan begitu banyak kenangan dan kesenangan 😀 jadi ngebet pengen beli underwater camera buat moto coral dan ikan-ikan di laut (racooonnn) 😀

Sepertinya saya akan sering-sering ke tempat ini lagi, menikmati indahnya negeri ini, tempatnya dekat dan biayanya termasuk murah meriah.

Yukk menjelajahi pulau-pulau lainnya lagi, menikmati indahnya alam ciptaan Tuhan di negeri kita tercinta ini

Advertisements
This entry was posted in Traveling. Bookmark the permalink.

3 Responses to Pulau Tidung..

  1. Pulau Tidung says:

    Jembatan cinta sudah selesai di .perbaiki.
    Sekedar info bagi yang ingin mengunjungi pulau tidung.

  2. Pulau Tidung says:

    Jembatan cinta sudah selesai di perbaiki.
    Sekedar info bagi yang ingin mengunjungi pulau tidung.

  3. pulau tidung says:

    ya tuch,jembatan cinta udah ok lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s