Menikmati Menunggu

Hari ini saya kedatangan adik yang baru lulus sma dan berniat untuk mendaftar ke perguruan tinggi di Jakarta.
Karena jadwal keberangkatan pukul 15.30 sore (tiba sekitar pukul 5 sore) saya pun harus mengambil cuti setengah hari agar tidak terlambat untuk menjemput dia.
Sebelumnya saya googling rute bus damri yang lewat pancoran (dari pasar minggu) dan sesuai dengan informasi dari berbagai blog saya memutuskan menunggu di halte pancoran, tidak di terminal pasar minggu, karena lebih dekat dan saat itu juga sedang hujan dan waktunya sangat mepet (hampir jam 3 sore). Setelah menunggu sekitar 15-20 menit ditengah-tengah hujan yang tak kunjung berhenti, bus damri pun lewat tapi ternyata langsung nyelonong ke pintu tol, tidak singgah di halte..hikkss, rencana menghemat ongkos perjalanan ke bandara pun pupus. Kalau menurut jadwal yang saya tahu, harus nunggu 1 jam lagi kalau mau naik damri..duhh, kasian adik pikir saya..terpaksa dehh pake taksi.

Singkat cerita, saya sampai dibandara sekitar pukul 4 lewat. Senang rasanya bisa sampai cepat, karena handphone low bat, saya pun berkeliling mencari tempat ngopi yang ada colokan listriknya, supaya menunggunya tidak terasa, sekalian memastikan handphone bisa tetap aktif saat adik sudah landing sehingga tidak lost contact nantinya.
Pukul 4.40 saya pun iseng coba nelpon adik, dalam hati sih sudah tahu tidak akan aktif karena masih dalam penerbangan, tapi ternyata masuk!! Ternyata pesawat delay, setelah ditanyakan ternyata delaynya sampai 3 jam lebih, baru berangkat sekitar jam 7 malam.
Ggerrr, ingin marah rasanya, kalo tau gini ngapain cuti, ngapain cepat-cepat ke bandara, ngapain naik taksi, ngapain nerobos hujan, dan masih banyak penyesalan lainnya. Saya pada dasarnya lebih suka last minute atau bahkan terlambat dalam keseharian saya, menunggu adalah sesuatu yang selalu saya hindarkan, ga enakk banget rasanya.
Tapi saya langsung teringat, yang penting selamat, telat tidak apa-apalah, mencoba menghibur diri.

Menunggu ternyata membawa banyak berkah bagi saya, koran yang biasanya hanya saya lihat sekilas dan sering saya lewatkan, kali ini saya baca lebih detil. Mulai dari berita kemenangan Anas Urbaningrum menjadi ketua umum partai demokrat, issue ketahanan pangan, kondisi industri telekomunikasi dengan perang harganya, krisis yunani dan impact-nya bagi perekonomian kita, penelitian mengenai minat baca orang indonesia, sampai berita mengenai mourinho, pelatih favorite saya yang baru mengantarkan inter milan menjadi club italia pertama yang meraih trebel, coppa italy, scudetto dan champion league. Pikiran saya benar-benar disegarkan dengan berita-berita tersebut, kalau dalam kondisi normal pasti saya akan menghabiskan waktu untuk mengolah foto atau browsing-browsing dan nonton DVD, membaca menjadi pilihan paling akhir.

Satu berkah lagi yang saya dapatkan saat menunggu adalah saya bisa menulis 2 artikel sekaligus untuk melengkapi blog saya, termasuk artikel ini yang saya tulis saat duduk-duduk menunggu adik tiba di Jakarta 😀

Jadi menunggu tidak selalu membosankan kalau kita mau membuka pikiran dan melihat peluang-peluang yang bisa kita lakukan untuk mengisi waktu, malah kita bisa mendapatkan berkah.

Advertisements
This entry was posted in Other. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s