Tes SNMPTN

Setelah 9 tahun..akhirnya saya ikut snmptn lagi..whatt?? Pasti pada kaget ya 🙂 cuma nganterin adik doang kok 😀
Seperti tahun-tahun sebelumnya, para lulusan sekolah menengah atas sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan diri mengikuti tes SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri)  untuk bisa kuliah di  Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan biaya yang relative murah. Tidak seperti 9 tahun lalu waktu namanya masih UMPTN, tidak ada yang namanya ujian saringan masuk khusus ataupun jalur khusus, hanya Ujian Masuk PTN (UMPTN) dan PMDK. Namun sejak beberapa tahun belakangan ini, tepatnya setelah Perguruan Tinggi Negeri menjadi badan hukum sendiri (tidak ada subsidi pemerintah) ada yang namanya jalur khusus, kalau punya duit tapi ga mau repot tes dan ingin lebih mudah lulusnya bisa ikut jalur ini tapi ya gitu. dehh..muahall banget biayanya.

Pun sekarang biaya kuliah semakin mahal, heran juga dengan bangsa ini kok ya sekolah mahal, gimana bangsa ini mau maju kalau banyak orang tidak mampu sekolah, apalagi denger DPR mengajukan dana aspirasi 15M per orang, gillaaa bener..syukur saya bukan superhero si pembela kebenaran dan pembasmi kejahatan (kalo jadi superhero juga tidak ngaruh sepertinya, wong saya bakal dibayar buat jaga mereka 😀 ) sehancur inikah bangsaku sekarang, uang menjadi begitu berkuasa, orang begitu serakah dan ingin memuaskan dirinya sendiri?? Cape dehhh kalo ngomong tentang bangsa ini, tidak tahu harus bilang apa 🙂

Balik lagi ke SNMPTN, adik kebagian tempat di UIN Ciputat, cukup jauh dari rumah, mana tidak pernah ke situ pula. Saya terpaksa cuti untuk nemenin dia, rencananya sehari ehh ternyata ujiannya 2 hari. Duhh semakin ribet aja sekolah, ujian susah-susah, bayar mahal pula (curcol lagi nihh :D)

Kami pun sudah siap sejak pukul 5 pagi, setelah sarapan seadanya kami berdua segera nge-bis ke Blok M karena saya selalu berfikir kalau mau ke daerah selatan dan sekitarnya, Terminal Blok M adalah tempat yang sangat tepat sebagai jalur transitnya 🙂
Setelah nanya-nanya ternyata tidak ada yang dari dalam Terminal Blok M, kalau mau ke Ciputat nunggu bisnya dari luar terminal (persis sebelum masuk Terminal Blok M), Metromini 21 atau Bus AC 76 yang jurusan Senen-Ciputat. Beruntung pagi itu kami juga bertemu beberapa orang yang sepertinya akan ikut SNMPTN juga (bawa perlengkapan tes soalnya), kami berdua sepakat untuk mengikuti seorang Ibu dengan 2 anak gadisnya yang juga menuju ke UIN karena sepertinya beliau sangat faham dengan jalur menuju kesana.

Sang Ibu memutuskan untuk menuju Lebak Bulus terlebih dahulu karena waktu sudah menunjukan pukul 6.30 dan Bus Ciputat tak kunjung datang, kami pun ikut 😀
Di dalam Metromini 79 jurusan Lebak Bulus itu, kami bercakap-cakap dengan si Ibu yang menawarkan ikut mereka saja karena kebeneran ada saudaranya yang mau mengantarkan ke UIN dari Lebak Bulus.
Duhh, baik benar ya orang-orang, saya termasuk orang yang paling sering mendapat kebaikan dari orang-orang yang tidak saya kenal. Sebelumnya waktu daftar STAN dengan adik di Bintaro, kami juga bertemu bapak-bapak yang mengantarkan ponakannya daftar, sangat ramah dan membayarkan map yang kami beli (bahkan kembaliannya tidak dia ambil), mungkin saking senangnya bisa mendaftar dan sebelumnya dia pernah mengantarkan abangnya si anak itu yang sekarang sudah lulus dari STAN. Sempat juga menyinggung mengenai Gayus dan sama-sama tidak setuju dengan keserakahannya, “bayangin aja gajinya minimal 12 juta per bulan” katanya, dengan itu sudah lebih dari cukup kalo untuk sekedar hidup 😀
Well, balik lagi ke perjalanan menuju UIN, Ciputat. Ternyata ada seorang anak juga yang ikut kami turun, dia mengira kami mengambil angkot dari situ menuju UIN karena dia juga tidak ngerti jalan. Akhirnya kami semua ikut mobil saudara si Ibu, mobilnya klasik sekali, mobil kijang lama banget sepertinya tapi masih terawat dengan baik, vintage banget deh:D
Ternyata pagi itu jalanan matot (macet total) mungkin karena saking banyaknya orang mau ikut SNMPTN. Sudah pukul 7 lewat dan belum ada tanda-tanda lalu lintas lancar, kami memutuskan untuk turun dan anak-anak naik ojek saja (maksudnya adik saya dan teman-temannya), kami akan nyusul pake angkot, mana ojek juga susah nyarinya, terpaksa mereka naik ojek berdua-dua.
Ternyata si Ibu mengantarkan putrinya nomor 2 dan teman sekolahnya. Kami sempat ngobrol banyak, si Ibu cukup terbuka orangnya.
Sepanjang perjalanan kami melihat banyak anak-anak yang jalan menuju UIN (UIN masih sekitar 2km lebih), mana gerimis pula pagi itu. “Kasian dehh liat mereka, sudah susah-susah gini, tes juga nanti bakal telat, kemungkinan untuk lulus juga kecil” kata si Ibu
Dia kemudian curhat mengenai anaknya yang lulusan SMEA, “susah kalo dari SMEA, pelajarannya jauhh” kata si Ibu “Adiknya harus masuk SMA supaya tidak repot kalau mau melanjutkan ke jenjang berikutnya” 😀
Peryataan Ibu diamini oleh anak laki-laki yang ikut rombongan kami yang mana sebelumnya kami sempat ngobrol, dia lulusan STM Pembangunan dan mengaku kesulitan ujian SNMPTN karena pelajarannya berbeda dengan anak SMA umumnya, bukan berarti mereka tidak pintar tapi namanya beda standar yang dipelajari sepintar apapun akan sulit, kalau tes SNMPTN ikut standar Sekolah Kejuruan maka anak-anak SMA yang akan kesulitan :D.

Sayapun tersadarkan, benar juga ya..selama ini cuma ada IPA, IPS dan IPC, untuk kejuruan harus memilih diantara 3 itu juga, bener-bener tidak jelas sistemnya, jadi malu kalo ingat iklan ‘Sekolah Menengah Kejuruan’ dari Depdiknas, kalo saya menanggapi iklan itu “kelaut aja, wong nanti kalo dari sono ngelanjut ke jenjang yang lebih tinggi lebih ribet” no offense ya 😀

Diiringi hujan gerimis yang hari itu menyirami Jakarta dari pagi sampai malam, saya dan si Ibu pun sampai di kampus UIN.

Ujian berlangsung 2 tahap, pertama adalah tes TPA kemudian dilanjutkan dengan tes Pengetahuan Dasar. TPA selesai pukul 9.15 dan istirahat sekitar 30 menit sebelum dilanjutkan dengan Tes Pengetahuan Dasar yang berakhir pukul 11.30

Hari kedua, masuk pukul 10.15 jadi agak santai berangkat dari rumah. Rute yang kami ambil kali ini langsung ke Lebak Bulus dulu dan dari Terminal Lebak Bulus ngangkot ke kampus UIN, perjalanan relative lancar, tidak seperti hari kemarinnya dan kami sudah sampai di UIN pukul 9 pagi, sampai bingung mau ngapain sambil nunggu sampai pukul 10.15 😀

Hari kedua adalah Tes Pengetahuan Khusus, adik saya ngambil IPS sehingga kebagian jadwal agak siang, dan syukurlah ujian hari kedua ini jauh lebih baik dari hari sebelumnya. Semoga dia bisa lulus sesuai dengan pilihan pertamanya. Bagaimanapun hidup harus terus dilanjutkan, masalah sistem yang amburadul dan tidak jelas, masalah biaya yang semakin mahal dikesampingkan dulu deh, yang penting kita lakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan, ada waktunya nanti saat kita sudah siap barulah kita bisa melakukan hal nyata untuk memperbaikinya.

*semoga anak si Ibu dan temannya dan juga anak STM yang bareng kemarin lulus semuanya, amin.

Advertisements
This entry was posted in Other. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s