Trip Ke Pulau Sebesi – Anak Krakatau

 

Akhirrrrnyaa.. Tiba juga tanggal 27 May 2010, long weekend ini sudah saya booking untuk jalan-jalan ke Lampung Selatan, tepatnya ke Pulau Sebesi dan gugusan Anak Krakatau.
Rombongan yg terdiri dari 11 orang sepakat untuk berkumpul di Halte Busway Kampung Rambutan, supaya bisa langsung beli tiket bus tujuan Merak.
Dari rencana kumpul jam 9 malam dan berangkat ke Merak jam 10 malam, bisa ditebak ternyata kami terlambat (khususnya saya 😀 maap ya teman2), jujur saja ini pertama kalinya saya naik jalur Busway menuju Kp Rambutan jadi tidak punya gambaran seperti apa jalannya, pikir saya kalo naik Trans Jakarta pasti lancarlah. Benar memang lancar sekali sampai di PGC tapi setelah PGC, duhhh muacettnya minta ampun tepatnya di sekitaran pasar Kramat Jati, jadi ga enak hati sama teman-teman karena saya pasti terlambat.

Ada cerita seru juga selama perjalanan, setelah lewat daerah macet kok rasanya bus Trans Jakarta aneh jalannya, sepertinya tidak stabil, sering banget ngerem mendadak. Selidik punya selidik, ternyata supirnya ngantuk, jantung berdebar-debar banget..bisa gagal nihh trip ke Pulau Sebesi kalo tiba-tiba nyemplung bus-nya 🙂 apalagi setelah Pasar Rebo, hampir semua orang turun jadinya cuma beberapa orang. Si Bapak walaupun ngantuk tapi tetap ngebut 😦 tak jarang saya mendengar suara getaran kursi-kursi kosong yang seakan-akan memainkan lagu mereka dalam sebuah konser (ini bener lohh, suaranya seakan harmonis gitu). Saya pun mencoba mengajak Pak Supir yang ngantuk berat untuk ngobrol dengan harapan bisa menyegarkan beliau, sedikit dengan kata-kata menyinggung tapi sambil senyum “ngantuk ya Pak” :D. Tapi tidak berhasil 😦 masih ngantuk juga, kasian tapi kesel juga, harusnya si Bapak lebih hati-hati karena ditangannya banyak nyawa bergantung, tapi kasian juga, pasti ini karna saking capenya, mbok ya kalo sudah pukul 9 malam ke atas disediain kopi atau minuman apa gitu buat Supirnya supaya tetap segar (bus saya ini yang terakhir lohh, beruntung juga dapet, thanks God).

Akhirnya sampai juga di halte terakhir, Halte Kp Rambutan..pukul 10.40, ga enak sama teman-teman yang sudah lengkap..tapi syukurlah mereka asik-asik orangnya.
Kamipun segera mencari bus menuju Merak..foto2 dulu sebelum berangkat 😀

Penuh banget busnya, awalnya kami kira cuma kami yang berangkat ke Merak pukul 11 malam itu, ternyata buanyak banget yang kesana, mungkin karena long weekend.

Sebelumnya kami ditawarkan untuk bergabung dengan rombongan dari Bandung untuk sewa kapal selama trip ini, mereka ber 8 (Afif, Lukman, Bajaj, Rizki, Imel, Galuh, Ana dan Deme) dan kami ber 12 (Aruna, Fanny, Mae, Bintang, Rini, Edith, Edo, Aji, Cabe, Iskan, Arya yang berangkat dari Palembang dan Gw tentunya 🙂 ). Harga kapal sama berapapun muatannya (max 20 org), jadi supaya lebih murah guide local kami, Pak Hayun menganjurkan untuk gabung saja, tapi bukan hanya gabung kapal, kami malah merencanakan untuk gabung semuanya :D.

Setelah perjalanan sekitar 2.5 jam, kamipun sampai di Terminal Pelabuhan Merak.

Kami janjian untuk ketemu dengan rombongan dari Bandung di Burger Blenger, Kawasan Pelabuhan Merak. Setelah kenalan dan istirahat yang cukup lama sambil menunggu teman-teman Bandung menitipkan mobil, kami pun mulai menuju loket untuk membeli tiket sekitar pukul 3.20 pagi. Agak lama juga menunggu kapalnya berangkat, syukurlah berangkat juga kapalnya sekitar pukul 4.30 pagi.

Di Ferry, ada beberapa yang ingin istirahat dan memilih masuk ke Executive Class yang ber-AC dan ada juga yang ingin menikmati angin laut di sekitar dek kapal. Saya termasuk yang ingin di dek, ingin liat sunrise 🙂
Tapi karena keletihan, akhirnya tertidur juga 😀 ga enak banget tidurnya, di kursi yang keras, mending di dalam dehh 🙂

Bangun-bangun ternyata sudah mulai terang.. Mae yg memang selalu curious sudah ngacir aja ke bagian depan kapal, trus Fanny juga nyusul. Saya ga tega ninggalin Aruna yang masih terlelap dan terlihat begitu menikmati tidurnya 🙂 syukurlah Iskan datang dan mau menggantikan saya menjaga Aruna (sedikit terpaksa sepertinya 🙂 )

Di bagian depan kapal mulai dehh bernarsis ria 🙂 kami bertiga ganti-gantian saling moto. Di depan kami, Pelabuhan Bakauheuni semakin terlihat dekat

Kami pun merapat sekitaran pukul 6.45, si Afif langsung mencari pak supir angkot yang sudah kami booking sehari sebelumnya untuk mengantarkan rombongan ke Dermaga Canti, pelabuhan terdekat menuju Pulau Sebesi.

Sesampai di Canti, kami istirahat sejenak, kemudian sarapan pagi sembari menunggu Arya yang berangkat dari Palembang. Setelah menunggu cukup lama, kamu memutuskan untuk berangkat dulu dan terpaksa meninggalkan Arya (sorry bro) karena banyak agenda yang harus segera dieksekusi, lagipula Arya sudah kami ‘titipkan’ di kapal yang berangkat siang.

Perjalanan menuju Pulau Sebesi cukup mengantukkan 🙂 tapi tidak begitu lama, hanya sekitar 1.5 jam. Rombongan dari Jakarta tidak kebagian tempat di komplek Villa Sebesi sehingga harus menginap di rumah penduduk. Kami menginap di rumah keluarga Bu Bidan yang ternyata baru sebulan melahirkan (tepatnya di Posyandu yang nyambung dengan rumah keluarga Bu Bidan), anaknya lucu..kecil banget 🙂 tapi ngerasa ga enak euy karena kalo anak-anak muda seperti kami ngumpul kan selalu akrab dengan keributan 😀 kasian si baby nantinya.

Jumat siang itu kami pun makan siang setelah beberes dan beberapa sholat jumat. Tidak lama setelah makan siang, kami pun menuju Pulau Umang-Umang untuk snorkeling. Pulau Umang-Umang sangat dekat dari Pulau Sebesi, sekitar 100-200 m.

Sayang cuaca ga gitu bagus (rada mendung) dan hari itu airnya agak keruh juga (sempat ngobrol dengan 2 orang yang di foto di atas, mereka sedang mencari ikan dengan cara ditombak sambil menyelam). Airnya cukup dangkal dan agak susah untuk snorkeling, sering nabrak karang jadinya, sampai berdarah kaki dan tangan beberapa dari kami, tapi pantainya cukup bagus..pasirnya putih dan lembut

Pulau Sebesi sendiri adalah komplek Gunung Api Sebesi (kaya perumahan aja :D), perkampungan yang kami datangi ada di sekitaran kaki gunung dan menurut Pak Hayun, di Gunung Sebesi ada juga orang yang tinggal, butuh sekitar setengah hari untuk menuju ke puncaknya kata beliau. You know what, ada angkot lohh disini 😀 kata Pak Hayun jalanannya hanya lurus memanjang ke kiri dan ke kanan dari tempat kami menginap masing-masing sekitaran 3 km, sayang kami tidak sempat menikmati naik angkot di pulau ini karena agendanya sudah penuh banget 🙂

Kami hanya ke Pulau Umang-Umang hari itu dan berkeliling disekitaran Pulau Sebuku untuk menikmati sunset, tapi sebelumnya jemput Arya dulu yang sudah menunggu cukup lama di Dermaga Sebesi, sayang tidak sempat turun di Pulau Sebuku, padahal beberapa spotnya menarik untuk di foto. Sebelum benar-benar sunset, kamipun sepakat untuk pulang karena ombak semakin besar dan sunsetnya kurang bagus.

Malamnya kami berencana untuk BBQ dan buat api unggun tapi spot-nya ternyata sudah dipakai oleh kelompok lain, selain itu anak-anak juga sepertinya agak males karena sudah kemalaman, ngantri mandi luamaa bangett, ampe jam 9 baru bisa keluar makan semuanya. Untung si Edo bawa uno jadinya bisa main sembari menunggu giliran mandi.. ssttt, ada yang takut mandi sendiri lohh (tapi kami ngerti kok, harus maklum..wkwkwkwkkwk)

Besok paginya kami sudah bangun sekitar pukul 4 dan bersiap untuk menuju Anak Krakatau. Pukul 5 pagi sudah siap di dermaga tapi kapal dan abk nya malah tidak terlihat batang hidungnya. Rupanya ada miscommunication, saya sempat marah dengan Pak Hayun karena kami tidak kunjung berangkat. Baru pukul 6 lewat kami bisa berangkat, untung teman-teman pada sabar dan tetap enjoy jadinya emosi saya ga nyampe ubun-ubun, masih di leher aja 😀

Perjalanan ke Anak Krakatau sekitar 1 jam, ga nyangka sebelumnya bakal bisa pergi ke sini..Gunung Anak Krakatau 🙂 kamera pun ga berhenti untuk mengabadikan momen-momen selama disana.

Kami segera naik ke sekitaran puncak Anak Krakatau dengan dipandu seorang ranger. Cukup banyak yang naik karena ternyata ada rombongan lainnya juga yang bersama kami, treknya sangat ringan dan dekat sehingga anak-anakpun bisa dengan mudah dibawa kesana (sempat bertemu turis dari jepang maupun eropa yang bawa anak-anak mereka) hanya saja sangat berdebu dan puanasss.

Pantai di Pulau Anak Krakatau pasirnya berwarna hitam lohh, lembut banget pasirnya

Setelah puas berfoto-foto kami semua pun turun dan menikmati sarapan pagi yang sudah kami bawa dari Pulau Sebesi, sehabis istirahat sejenak kamipun melanjutkan perjalanan ke Lagoon Cabe, sekitaran Pulau Rakata Besar.

Awalnya kami bermain disekitar pantainya tapi kemudian kapal berhenti di lepas pantai atas permintaan teman-teman dari bandung yang masih ingin snorkeling. Pertamanya males mo nyebur lagi tapi setelah melihat karang yang sepertinya menarik saya pun ga bisa menahan hasrat untuk ikut nyebur. Benar, ternyata karang dan ikan-ikannya bagus banget euyy, ga henti-hentinya saya meyelam untuk mengamati ikan-ikan yang berseliweran disekitar terumbu karang. Aruna dan Edo pun akhirnya menyusul, tak lupa semuanya berfose untuk di foto oleh Galuh dengan canon powershot D10 nya yang waterproof. Ada 1 hal yang sangat mengganggu saat snorkeling, pasukan ubur-ubur 🙂 ada banyak sekali dan membuat kulit gatel-gatel kalau tersentuh.

Setelah cukup lama snorkeling disana, kamipun memutuskan untuk  menuju tempat lainnya. Tadinya pengen ke pulau kecil yang ada disamping Pulau Rakata Besar, kalau dilihat dari Anak Krakatau sepertinya menarik tempatnya. Sayang cuacanya kurang bagus, kabut dan mendung sehingga kami putuskan untuk pulang, kami sempat singgah disekitaran Batu Mandi (onggokan beberapa batu di tengah laut) untuk foto-foto, tapi cuaca memang kurang mendukung 😦

Kamipun pulang ke Pulau Sebesi, sempat mengitari pulau ini dulu sebelum merapat ke dermaga. Ternyata Pulau Sebesi cukup luas, daerah belakangnya tidak dihuni dan pantainya berkarang, banyak tanaman kelapa juga (katanya kopyor adalah salah satu hasil bumi andalan penduduk Pulau Sebesi, yang sempat juga kami rasakan setelah memesan ke abk kapal)

Hari sabtu sore itu kami pindah ke villa karena ada rombongan yang sudah duluan pulang. Tidak seperti di Posyandu, di tempat ini kami bisa lebih leluasa untuk bermain dan villanya langsung menghadap ke laut, senangnya bisa santai-santai dipinggiran pantai sambil menyantap enaknya mie goreng 😀

Saya sangat lelah dan ngantuk berat karena beberapa hari sebelumnya selalu kurang tidur, saya tidur duluan malam itu.

Paginya sudah niat moto slow shutter saat menjelang sunrise, tapi entah kenapa saat momen-momen sunrise saya malah sakit perut 😦 lewat dehh walau masih ada beberapa foto yang lumayan lah 😀

Selain kami ber-20, ada 1 orang tambahan rombongan, Anis yang harus pulang cepat karena ada acara penting hari minggunya, teman-temannya baru pulang minggu malam (teman-temannya camping di Pulau Rakata Besar).
Kamipun meninggalkan Pulau Sebesi sekitar pukul 8.30 untuk pulang ke Jakarta. Sebelumnya foto-foto dulu di depan Komplek Villa Sebesi dengan sang local guide, Pak Hayun

Sesampai di Canti sudah ditunggu angkot yang siap membawa kami ke pelabuhan bakauheuni. Perjalanan dari Canti ke Bakauheuni benar-benar serasa ikut balap relly dakkar 🙂 “pantes tingkat kecelakaan di lampung tinggi” kata seorang teman 😀
Sebelumnya kami sempat singgah di kota kalianda untuk membeli oleh-oleh, sekalian pisah dengan Arya yang pulang ke Palembang.

Kali ini kami menyeberang dengan kapal yang lebih besar, semuanya di ruang Executive Class sekarang, cape dan panas jadinya pada pengen duduk manis dan menikmati kesejukan AC di ruang itu.

Sampai di Merak kami makan dulu di Burger Blenger, Anis harus berangkat dulu karena ada acara yang harus dikejar.

Sekitar jam 4.30 kamipun berangkat meninggalkan Merak menuju Jakarta, misah dengan rombongan Bandung yang memang membawa kendaraan sendiri.

Berakhirlah petualangan ke Lampung Selatan. Sangat menyenangkan sekaligus melelahkan, sangat senang terutama karena bisa kenalan dengan teman-teman baru..

Jadi kemana lagi nihh kita? 😀

Advertisements
This entry was posted in Traveling. Bookmark the permalink.

2 Responses to Trip Ke Pulau Sebesi – Anak Krakatau

  1. nathalee says:

    boleh minta contact penginapan di pulau sebesi dan angkot yang dicarter dri bakauheni ke dermaga canti?trims

    • untung sihombing says:

      Untuk PIC di pulau sebesi bisa dengan Pak Hayun (0819 5702 5942 atau 0813 6992 3312) smoga belum ganti soalnya ud cukup lama dari sana
      Untuk carter angkot langsung nego di lokasi aja..pake asumsi aja 1 org maksimum Rp.2000/ 3000 😀

      Smoga bisa membantu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s