Reuni sambil Jalan-Jalan

yuppp..akhirnya bisa menulis lagi, lama bener vakum, kemalasan semakin menggerogoti hidupku (lebay mode 🙂 )

Belakangan ini males banget mau ngapa2in, entah kenapa kok pengen traveling mulu..ampe pengen resign segala supaya bener-bener bisa traveling dengan bebas, sebebas kaki melangkah dan hasrat mengarah, pokoknya jalan.. 😀 tapi syukurlah masih banyak tanggungjawab dalam hidup ini yang masih perlu diselesaikan sehingga hasrat itu masih bisa ditahan

Well, kali ini saya mau cerita mengenai trip ke Magelang dan Jogja bulan July lalu. Sebenarnya ada acara reuni 20 tahun SMA, termasuk salah satu acara akbar tahun ini yang sudah diwanti-wanti sejak bertahun-tahun lalu (khususnya bagi para senior angkatan pertama). saya pun sebenarnya sudah prepare dari jauh hari, bakal ambil cuti beberapa hari untuk acara ini. Tapi kenyataannya lain, singkat cerita akhirnya semua berjalan tidak sesuai rencana..mulai dari berangkat yang naik bus, terlantar dijalan dan baru nyampe kampus di Magelang sore hari berikutnya, mana hujan deras pula ampe mandi pun di Terminal Magelang segala 😦 padahal rencananya nyampe pagi, banyak banget moment yang dilewatkan, tapi syukurlah masih bisa nyampe dan ikut acara malam serta besok harinya,  ambil positifnya aja deh

Masa-masa SMA merupakan salah satu tonggak penting dalam hidup saya (bukan berarti yang lainnya kurang penting lohh, semuanya saling terkait), masa-masa SMA begitu besar pengaruhnya dalam hidup saya bahkan sampai sekarang.. semoga SMA ini bisa tetap bertahan dan mencetak calon-calon pemimpin bangsa yang lebih baik lagi dimasa depan, untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia tercinta ini

Dua hari saya habiskan di Magelang, selama acara reuni berlangsung. Minggu sorenya saya ke Jogja, inipun sedikit diluar rencana karena tadinya bakal bareng teman (dijemput di kampus)..ehh malah ga jadi, dengan sedikit kesal dan juga pengen nyoba naik bus ke Jogja, saya pun segera menuju terminal Magelang. Rasanya beda banget, sendiri dan kebingungan 😀 sejujurnya saya ke Jogja bener-bener modal nanya orang dan telpon sodara yang rumahnya bakal saya tumpangi malam itu, walaupun dulu 3 tahun di Magelang tapi jarang keluar karena ga punya duit jadi ga ngerti jalan 😀

Niat saya ke Jogja adalah untuk hunting foto 😀 lagi seneng fotografi jadi tiap ada kesempatan pasti dimanfaatkan untuk hunting. Besoknya pagi-pagi bener sudah pergi ke Parangtritis, kebeneran rumah sodara ga gitu jauh dari situ walaupun ternyata kepagian, masih gelap gulita dan orang-orang masih pada tidur 😀

Dengan menyantap indomie dan segelas jeruk hangat, kami menunggu sampai ada tanda-tanda kehidupan di pantai. Untuk foto-foto sepertinya spot yang menarik ada di ujung pantai yang banyak batu-batunya, kami pun berjalan kesana

Parangtritis sebenarnya bisa jadi tempat yang bagus untuk pariwisata, pantainya luas banget, tapi gitu dehh, kurang terawat..masalah klasik di negara ini.

Sekitar pukul 9 Pagi, saat matahari sudah terasa menyengat di kulit, kamipun bergegas pulang dan akan bersiap untuk tujuan berikutnya.

Tujuan pertama adalah Candi Borobudur, salah satu world heritage UNESCO yang merupakan candi terbesar di dunia (CMIIW), sebenarnya balik lagi ke Magelang hitungannya karena Borobudur memang di daerah Magelang, Muntilan tepatnya.

Kebeneran lagi baca buku Pendekar Tanpa Nama dengan jurus tanpa bentuknya, jadi serasa menapaktilas salah satu perjalanan sang pendekar yang mana pada jaman itu, jaman Kerajaan Mataram kuno, candi ini masih sedang dibangun, gara-gara baca buku itu juga saya jadinya mempunyai sudut pandang yang lain juga kalau melihat candi yang megah ini, biasanya orang pasti selalu berkata ‘wuihh, keren banget nihh candi, raja yang ngebuat luar biasa hebat’ tapi jarang yang berfikir ‘berapa nyawa orang kecil/ penduduk biasa yang tewas untuk pembagunan candi ini yang tidak mendapatkan kehidupan yang layak dan damai dari sang pemimpin pada masa itu, malah harus meninggalkan keluarga, rumah, sawah dan desanya bertahun-tahun untuk membangun sesuatu yang sedikitpun tidak menggoreskan namanya disana tapi nama sang pemimpin yang berlomba-lomba dicatat oleh para kawi dengan begitu masyurnya’, jadi ngelantur kemana-mana 😀 Well, ambil positifnya aja dehh

Kemudian waktu jalan pulang, mampir sebentar ke Candi Mendut, cuma Rp 3,000 euy masuknya 😀

Kemudian kami segera menuju ke Candi Prambanan karena sudah siang, mampir sebentar di rumah makan di daerah muntilan, Pak Sopir bilang lele-nya enak dan murah 😀 tapi bener, enak banget makanannya, sayang namanya lupa (saking lapernya jadi males ngeluarin kamera buat moto tempatnya)

Di Candi Prambanan, kami disambut dengan sangat hangat..tepat di atas candi ada ROL (ray of light)

Sebenarnya siang itu panas banget tapi tidak menyurutkan semangatku 😀 hanya para ponakan yang terlihat sudah mulai bosan dan kecapean.

Semakin sore, ROL nya semakin bagus saja.. sayang rasanya meninggalkan tempat ini, padahal jam sudah menunjukan pukul 17.00, pesawat berangkat pukul 18.45 🙂

Ternyata sudah pukul 6 kurang dan sudah harus ke Bandara, cukup puas walaupun cuma sehari di Jogja. Next time pengen main-main ke kotanya dan berkuliner ria 😀

Advertisements
This entry was posted in Traveling. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s