Bertualang ke Goa Buniayu

Weekend minggu pertama bulan maret saya buka dengan mengikuti trip bareng teman-teman club adventure kantor ke Goa Buniayu.
Sudah pernah dengar mengenai Buniayu tapi masih sangat sedikit informasi yang saya ketahui.

Kami berangkat sabtu pagi, rencananya pukul 6.30 pagi tapi molor sampai pukul 8..well, gara-gara saya telat salah satunya :p
Pagi itu hujan cukup deras jadinya ketiduran 😀

Ternyata hujan pagi itu hanya sebagai pembuka saja karena ternyata sepanjang hari itu hujan deras terus mengguyur selama perjalanan kami

Sampai di Buniayu sudah sore, sekitar pukul 15.30 dan langsung siap-siap untuk pemanasan ke Goa Minat Wisata sebelum ke Goa Buniayu (Goa Cipicung) yang sebenarnya.

Kami dipandu oleh Pak Ferry, beliau ternyata seorang insinyur teknik sipil yang kemudian memang mengambil sekolah mengenai Goa (Spelaeology) dan melalui asosiasi yang dia ikuti menjadi salah satu orang yang bertanggungjawab dan mengelola Goa Buniayu dibawah Perhutani.

Ternyata Buniayu adalah sebuah sistem Goa yang paling baik seasia tenggara (best cave system), ternyata ada banyak Goa disana yang saling terhubung dan membentuk sebuah sistem goa. Dari penjelasan beliau, kawasan Buniayu jaman dahulu adalah dasar laut yang terangkat ke atas karena pengaruh pergerakan lempeng bumi, jadi tidak heran kalau di goa yang akan kami telusuri dapat ditemukan relief2/ fosil coral-coral bawah laut. Sistem goa di Buniayu sendiri terbentuk karena pergerakan air tanah di lapisan kapur (karst) beribu-ribu tahun lalu (bahkan sedang dan terus berlangsung)

Goa Minat Wisata yang akan kami telusuri sebagai pemanasan hanya sepanjang 200-300m saja, dulunya ada lampu2nya kata Pak Ferry tapi karena tidak ada lagi dana dari dephut dan juga beberapa chamber di goa tersebut cukup sering terendam yang mengakibatkan korslet ditambah pencurian kabel tembaga oleh oknum2, akhirnya lampu-lampu tersebut tidak dimaintain lagi, yang tersisa hanya bekas2 kabel dan saklar yang sudah tidak berfungsi lagi

Penulusuran dan pemetaan Goa Buniayu dilakukan untuk pertama kali pada tahun 1982 oleh seorang speleogiawan Indonesia & Perancis Dr. R.K.T. Kho, bersama beberapa penelusur Perancis anggota Federasi De Speleologie Francaise (FFS) yaitu : George Robert, Arnoult Seveau, Michael Chassier.
Pada saat itu telah berhasil dipetakan Goa Cipicung (panjang 3300 m) dan goa-goa lain disekitarnya yaitu Goa Bibijilan (717 m), Goa Adni (635 m), Goa Nyangko’ek (390 m), Goa Kubang Lanang (302 m), Goa Tanpa Nama (400 m), Goa Karsim, Goa Bisoro, Goa Idin, Goa Gede, dan Goa Kole. *Diambil dari situs FB Buniayu Training Center

Penemuan Goa ini berawal dari seseorang yang bernama Salim atau yang sering panggilan daeng, warga pendatang yang menjadi warga Desa Buniayu saat itu. Penemuannya ini tak sengaja, atau lebih yakinnya Salim ingin membuktikan cerita warga desa yang menyebutkan bahwa goa itu angker. Sebab menurut mereka adalah tempat segala jenis mahkluk jadi-jadian alias Siluman. Maka pendudukan tak berani mendekati gua itu. Yang berani pasti malamnya bermimpi mengerikan atau sakit. *Diambil dari situs FB Buniayu Training Center


Dipandu oleh Pak Ferry rasanya sangat menyenangkan dan penuh dengan penjelasan-penjelasan baik yang sifatnya ilmiah maupun sejarah, benar-benar serasa berkunjung ke museum, seperti yang memang beliau katakan bahwa goa adalah museum alam untuk melihat proses evolusi. Ternyata beliau juga membuka sekolah maupun kursus mengenai caving ini, jadi pingin ikutan juga setelah mengikuti tour dari beliau di buniayu, paling tidak setiap nemuin goa sudah punya modal dasar untuk menjelajahinya 😀

Goa Minat Umum jenis Goa yang horizontal dan hanya memiliki 1 pintu masuk/ keluar. Tidak lama kami menelusuri Goa tersebut dan memang tidak membutuhkan effort yang besar, saya tetap setia dengan kamera DSLR ditangan untuk sesekali mengabadikan moment selama disana.

Misi yang sebenarnya baru akan dimulai dini hari nanti. Beberapa teman cukup istirahatnya tapi ada juga beberapa yang hampir tidak tidur malam itu. Pukul 1 dini hari kamu sudah harus bangun lalu makan dulu dan pukul 2 kami mulai menggunakan semua perlengkapan yang diperlukan. Dari pihak pengelola sudah menyediakan seragam, helm dan sepatu boat jadi kita tidak perlu repot walaupun memang tidak disediakan senter karena diharapkan smuanya focus mengikuti pemandu dan asistennya, tidak jalan sendiri-sendiri. Namun kalau mau bawa senter tentu saja boleh, pun kalau mau pakai sarung tangan, kaos kaki, atau mau bawa makanan, minuman (ini wajib) dll karena di penelusuran ini akan memakan waktu yang cukup lama, sekitar 5-6 jam. Kami memilih waktu yang ideal (dini hari – pagi) jadi malam di dalam goa yang memang gelap dan saat keluar berbarengan dengan pagi 🙂
Saya dan seorang teman malah nekat bawa DSLR kami 😀 tapi tentu saja berbekal dry bag (pinjaman) 🙂

Goa yang menjadi misi utama kami memiliki akses secara horizontal maupun vertikal, kami akan memulai dari akses yang vertikal yang tidak terlalu jauh dari penginapan (home stay)/ base camp. Lumayan kaget juga waktu digerek turun menggunakan SRT, mulutnya kecil dan mungkin hanya cukup untuk 1 orang saja (mungkin bisa 2 kalau kecil-kecil) tapi setelah 2 meter ke bawah..tiba-tiba ruangannya sangat luas sekali, serasa di dalam hall. Akses melalui mulut goa yang vertikal ini sekitar 32 meter dari permukaan tanah sampai ke dasar goa, kalau yang takut ketinggian harus dipersiapkan dulu mentalnya 🙂

Setelah ke 14 kami dan 1 guide (Pak Ferry) dan 3 asistennya masuk semua, kamipun memulai penelusuran. Kami masuk semakin dalam (pada bagian tertentu bahkan sampai 54m dibawah permukaan tanah), Pak Ferry dengan sabar menjawab dan menjelaskan berbagai pertanyaan dari kami, sesekali beliau becanda juga. Kalau boleh dibilang, perjalanan ke dalam perut bumi itu benar-benar seperti ke museum, rasa takut para peserta hampir tidak ada, malahan kami becanda sepanjang perjalanan. Saya dan 1 orang rekan tetap setia mengabadikan momen-momen sepanjang perjalanan.

Menjelang pukul 8 pagi kami sudah mendekati pintu keluar, beberapa ruas goa cukup extreme menjelang pintu keluar, kami harus merangkak karena lumpur cukup dalam, naik tangga tali portable yang dibawa Pak Ferry karena cukup tinggi, terpaksa kamera harus diamankan di drybag, padahal sangat bagus sekali medannya kalau di foto.

Pukul 8 kurang kami keluar dari mulut goa dan langsung berjalan sekitar hampir 1 km ke air terjun untuk bersih-bersih dan sarapan pagi.

Cukup lelah dan ngantuk rasanya, tapi sangat puas dan mendapatkan pengalaman dan ilmu baru dari trip ini, semoga pemerintah dapat lebih memperhatikan kekayaan alam seperti ini, dapat mendukung Pak Ferry dan organisasinya untuk mengelola Sistem Goa Buniayu yang tidak kalah (bahkan lebih baik) dari sistem goa di serawak yang dibangga-banggakan tetangga kita (well, memang lebih bagus sih pengelolaannya :P)

Advertisements
This entry was posted in Traveling. Bookmark the permalink.

9 Responses to Bertualang ke Goa Buniayu

  1. dj says:

    boleh minta info contact person disana gak ? atau langsung dateng aja ya ? tks.

    • untung09 says:

      waktu saya ke sana, yang mandu Pak Ferry..orangnya baik dan memang ahli mengenai Goa, bahkan beliau punya sekolah untuk pelatihan caving.. bisa email beliau di ferryleader@gmail.com, no telp nya 0819 1181 6867
      *maaf baru balas, saya baru buka blog nya 😀

  2. lia says:

    hi mas mohon informasi contact nomor pak ferry ya

    trims

  3. teddy says:

    Waktu itu, bayar brp mas untuk tripnya, dan nginepnya dmn ya, thx

    • untung sihombing says:

      hi mas teddy,

      saya lupa waktu itu bayarnya berapa karena kami satu group besar, tapi murah kok..paketnya ga sampe 200rb
      waktu itu kami istirahat di rumah warga (homestay) yang ada di dekat goa, kami start caving nya dari pukul 2 dini hari

  4. dias says:

    Waaah ane baru mau kesana libur akhir tahun ini.
    Thanks infonya masbro, boikin semanagt dan penasaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s