Weekend di Kaltim

Setelah sekian lama menyimpan keinginan untuk memijak tanah kalimantan timur, akhirnya niat saya kesampaian juga pada weekend akhir maret kemarin.

Sejujurnya tidak ada plan untuk apa kesana, pokoknya kesana dan foto-foto 😀  well, sebenarnya berangkat ke kaltim juga karena ingin mengunjungi sahabat saya, dia sudah sekitar 3 tahun ditugaskan di Samarinda

Untuk lebih mengoptimalkan waktu liburan di kaltim, saya berangkat jumat malam. Pagi harinya saya sengaja datang sangat awal (pukul 7.15) dengan tujuan sorenya bisa pulang duluan, jadi ga telat ke airport

Berangkat sekitar pukul 7 malam ternyata pilihan yang cukup berisiko, soalnya waktu tempuh sekitar 2 jam dan waktu jakarta dan balikpapan berbeda 1 jam, jadilah saya sampai pukul 10 malam dan keluar bandara sekitar pukul 11 kurang..pastinya lapar banget karena berangkatnya buru2 dan ga sempat makan 😦

Malam itu explorasi balikpapan sudah dimulai, tentu saja mengenai kehidupan malam di Balikpapan. Karena sudah terlalu pagi untuk ke samarinda, dini hari itu kami memutuskan untuk menginap di Balikpapan, rencananya kami akan explore dan hunting di Balikpapan dulu baru ke Samarinda, supaya tidak bolak-balik karena jaraknya cukup jauh

Pagi itu rasanya malas sekali bangun, ngantuk banget karena memang semalam tidurnya kepagian dan ditambah juga dengan hujan yang terus mengguyur kota Balikpapan dari subuh. Rencana hari itu berubah total 🙂 keluar hotel yang rencananya pagi pukul 7 sekarang sudah pukul 10 lewat 😀

Hari itu kami putuskan untuk melihat Balikpapan at glance, menyusuri kota Balikpapan dari ujung ke ujung. Kesan pertama saya terhadap kota ini adalah..rapih dan bersih.

Menjelang siang, kami menuju ke hutan bangkirai..sempat bingung mencarinya karena temen saya juga kurang ngerti, kami sempat mampir ke hutan lindung wani, tempat penangkaran 5 ekor beruang madu. Tempatnya sangat sepi, mungkin di Balikpapan memang tidak terlalu hidup pariwisatanya

Hutan bangkirai cukup jauh jaraknya dari Balikpapan. Jalan masuknya di km 38 kearah Samarinda sebelah kiri jalan, dari situ masih 20km masuk ke dalam lagi. Di hutan bangkirai yang menjadi andalannya adalah canopy bridge, jembatan gantung yang dibuat di atas pohon yang tinggi. Bagi yang takut ketinggian tentu saja sangat baik untuk melatih keberanian 😀 temen malah kakinya sampe lemes waktu diatas 🙂

Menjelang sore kami menyempatkan diri ke pantai tanah merah, sore itu air sudah pasang dan bagian pantai yang terlihat hanya sedikit saja. Daya tarik di pantai ini adalah tanahnya dipenuhi pohon pinus yang lurus menjulang tinggi, saya merasa digunung kalau melihat pohon-pohon itu padahal letaknya tepat disebelah laut

Malamnya kami berburu kepiting (baca: kuliner kepiting), 2 porsi kepiting kenari dengan pelan tapi pasti kami nikmati malam itu. Porsinya harusnya untuk 4 orang tapi yang makan hanya 2 orang 😀
Enaknya sih jangan ditanyakan, benar-benar maknyuss, tapi cukup menguras dompet juga 😦

Malam itu petualangan di Balikpapan harus segera diakhiri dan giliran Samarinda untuk petualangan berikutnya esok hari.

Samarinda cukup kontras bedanya dengan Balikpapan. Samarinda jauh lebih ramai dan kurang rapih, tapi lebih hidup kalau menurut saya.
Tidak banyak hal yang saya explore di kota Samarinda karena waktu cukup terbatas. Paginya setelah sarapan nasi kuning, kami menuju desa adat dayak pampang yang terletak tidak terlalu jauh dari kota Samarinda, desanya seperti desa pada umumnya di kalimantan, ada lamin (semacam rumah panjang) yang setiap pukul 2-4 siang akan diadakan pertunjukan budaya, sayang waktu saya terbatas dan pagi itu lamin masih kosong dan tidak ada aktivitas. Dari cerita yang saya dengar, dianjurkan untuk tidak berfoto dengan orang2 disana (orang2 yang terlibat pertunjukan dari anak-anak sampai nenek-nenek) karena kita akan dimintain duit dari setiap foto yang kita ambil 🙂 tapi hari itu saya tidak akan dimintain duit karena pukul 3 sudah harus kembali ke Balikpapan untuk berikutnya kembali ke Jakarta.


Setelah itu, kami memutuskan untuk menuju Tenggarong, Kutai Kertanegara. Cukup jauh juga perjalanannya dan udara siang itu sangat panas.
Saya tadinya berharap bisa melihat bekas kerajaan kutai yang dikenal sebagai kerjaan hindu tertua di indonesia tapi lokasinya masih jauh lagi dari kotanya, yang bisa kami nikmati hanya beberapa peninggalannya di museum.

Saran saya kalau anda bermain ke museum Tenggarong, usahakan jangan minum atau makan banyak yang dapat membuat anda membutuhkan toilet, disana toiletnya hampir tidak ada, hanya satu yang bisa digunakan dan kondisinya sangat kotor, beruntung juga saya laki-laki yang relative lebih fleksibel untuk buang air 😀

Setelah bosan di museum, kami menyempatkan singgah di taman di samping jembatan mutiara yang merupakan salah satu icon kota itu. Saya sempat foto-foto teman di sekitar jembatan itu, tapi bisa ditebak hasilnya kurang maksimal karena terlalu siang dan matahari sangat terik ditambah lagi banyak orang lalu lalang yang membuat agak risih (alasan aja sihh, sebenarnya memang ga jago moto model aja :D)

Setelah itu kami kembali ke Samarinda untuk segera packing dan bersiap kembali ke Jakarta. Bandara letaknya di Balikpapan jadi saya harus menempuh perjalan cukup panjang ke bandara (2-3 jam), sangat disarankan untuk spare waktu lebih (jangan pas-pasan) karena jalan antara Balikpapan – Samarinda cukup rawan pohon tumbang maupun longsor jika hujan/angin cukup kecang dan lama, seperti kasus sore itu..pak sopir sampai marahin saya juga dan mengingatkan supaya lain kali jangan mepet (saya sewa mobil karena temen ga bisa nganterin), syukurlah saya bisa sampai pukul 17.45 dan masih sempat ngejar pesawat (jadwal pesawat saya pukul 18.10) 😀

Well, sekian cerita weekend saya di kaltim..next time saya akan kesini lagi rencananya, pengen banget ke Derawan dan sekitarnya 😀

Advertisements
This entry was posted in Traveling. Bookmark the permalink.

2 Responses to Weekend di Kaltim

  1. Novrihansa says:

    Bro, mau ke Palu ga? tiketnya relatif murah?
    Keren loh ulasannya, detail, kaya udah lama tinggal di kaltim aja..

    • untung sihombing says:

      hayukk aja bro..kalo budget dan waktunya pas..brangkatttt 😀
      Thanks bro..berkat orang samarinda nihh yang jadi guide-nya 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s