Exploring Bali..

Bali sudah menjadi destinasi yang wajib bagi hampir semua orang yang ingin berlibur ke indonesia bahkan bagi orang indonesia sendiri, belum lengkap rasanya berlibur kalau belum pernah ke Bali

Dengan membandingkan (tanpa menjelekkan) semua tempat yang pernah saya kunjungi, Bali merupakan tempat yang paling komplit dan paling siap untuk menjadi tempat tujuan wisata. Di Bali, mulai dari dunia bawah laut sampai gunung ada, kebudayaan dan adat istiadat juga ada, bahkan hingar bingar kehidupan malam juga banyak disana. Yang paling penting lagi adalah, rata-rata penduduknya sudah mengerti kalau pariwisata penting bagi mereka dan mereka benar-benar menjaga dan mendukung penuh pariwisata.

Long weekend kemarin saya kembali mengunjungi Bali, sedikit berbeda dari yang sebelumnya, kali ini saya juga ikut mengeksplore dunia bawah lautnya, tentu saja hanya beberapa spot saja, terlalu banyak kalau semuanya dan tentunya waktu (dan uang) saya tidak akan cukup 🙂

Perjalanan dimulai sabtu pagi, kami berangkat dengan flight pertama sekitar pukul 6 pagi. Seperti biasa malamnya pasti kurang tidur karen harus packing dan final check untuk semua keperluan selama trip, tapi niat untuk tidur selalu terganggu..saya selalu ingin duduk di samping jendela dan pagi itu pemandangan sangat indah, cuaca begitu cerah sehingga gunung-gunung dan aliran sungai dapat saya lihat dari jendela pesawat dan membuat saya malah mengeluarkan kamera dan mengurungkan niat untuk tidur.

Di Bali teman-teman sudah booking untuk sewa mobil selama 5 hari dan akan nyetir sendiri dengan bermodalkan GPS dari BB saja 🙂

Test perjalanan dengan GPS ini dimulai dengan perjalanan ke Tulamben. Dari 4 orang tidak ada satupun yang tahu atau pernah jalan ke Tulamben, namun perjalanan sekitar 3 jam itu boleh dibilang berjalan dengan lancar (sekali-sekali salah jalan sih :P) dan membuat kami semakin yakin untuk mengandalkan GPS, soalnya ga ada pilihan lain 🙂

Di Tulamben kami akan menikmati dunia bawah laut-nya, Tulamben terkenal dengan Wreck USAT Liberty yang hanya berjarak beberapa meter dari bibir pantai, bangkai kapal pengangkut milik Amerika yang karam karena torpedo dari pihak Jepang sewaktu perang dunia kedua ini menjadi sarang bagi banyak ikan, tentunya karena banyak coral yang tumbuh dengan subur juga, baik di badan kapal maupun di dasar laut sekitar kapal. Dua kali diving di tempat ini, kami selalu menemui schooling fish atau gerombolan ribuan ikan yang berenang bersama-sama. Malamnya kami sempat juga night dive di wreck ini dan menemukan beberapa ikan bump head yang cukup besar ukurannya, sempat melihat paris dancing dan juga kejadian saat seekor Morey Eel menerkam dan memangsa seekor ikan Ballonfish (ikan buntal).

Selain itu, kami juga sempat diving di wall (dinding palung) yang tidak jauh dari lokasi wreck. Nikmatnya diving di Tulamben adalah, kita tidak perlu naik kapal atau berenang jauh menuju spot diving karena letaknya dekat dengan pantai.
Dua hari di Tulamben rasanya sangat puas, hmm…masih 3 days to go nihh 😀

Hari ketiga, kami kembali ke Denpasar untuk beberapa keperluan, sempat mengunjungi pantai kute sore harinya, kemudian kami lanjutkan perjalanan ke ubud. Malam itu kami menginap di ubud, menikmati sejuk dan segarnya udara di sana, sempat juga mencicipi dirty duck (bebek tengil) yang terkenal itu, memang enak sih tapi menguras kantong cukup dalem euyy

Keesokan harinya, perjalanan dilanjutkan ke Gn Batur melewati Tegalalang. Niat awalnya sih mau mencari dan foto terasering yang terkenal di daerah sana, namun sudah kesiangan berangkatnya sehingga matahari sudah terlalu terik dan agak malas untuk moto 😀
Tapi sesampainya di Gn Batur, semuanya berlomba untuk foto-foto lagi, keindahan pemandangan dengan danau, gunung dan langit yang biru begitu membangkitkan gairah kami untuk mengabadikan momen itu. Kamipun turun untuk melihat lebih dekat danau batur dan desa truyan yang terletak di kaki gunung di seberang danau.
Kami beristirahat sejenak dan makan siang di restoran apung yang ada di pinggir danau batur, bagus sekali pemandangannya dan makanannya pun cukup nikmat. Kami baru tahu kalau di situ juga menyediakan cottage dengan harga yang cukup bersahabat. Seandainya tahu dari dulu, pastinya kami akan book tempat ini. Ingin tahu seperti apa sore dan pagi hari di tempat itu, siang bolong saja pemandangannya bagus, apalagi saat sunset atau sunrise 😀 tapi jangan lupa bawa jaket, walaupun siang bolong dan matahari terik tapi udaranya dingin banget..bbrrr

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju singaraja, niatnya mau lihat lumba-lumba di lovina tapi lagi-lagi sudah terlalu siang..yang ada kami hanya lewat untuk sekedar pernah melihat singaraja 😀
Kemudian kami singgah di Bedugul, melihat-lihat dan foto-foto sekitar pure dan danau Beratan.

Perjalanan kami lanjutkan ke Legian, kami akan menginap disana agar besok tidak terlalu jauh dari bandara, sekalian mengantar 1 orang rekan yang pulang malam itu.
Ada niat untuk melihat kehidupan malam di sana tapi badan rasanya cape dan ngantuk banget, hasilnya sesampai di kamar langsung molor dehh ampe pagi 🙂

Hari terakhir tidak banyak lagi agendanya, hanya menyempatkan diri ke tanah lot. Malamnya kami pun kembali lagi ke Jakarta

Cukup lelah juga rasanya keliling bali, belum semua tempat tentunya tapi cukup banyak tempat yang berhasil kami kunjungi dalam 5 hari itu.
Tentu saja tidak akan pernah bosan untuk kesana lagi 😀

Advertisements
This entry was posted in Traveling. Bookmark the permalink.

2 Responses to Exploring Bali..

  1. Pemantau says:

    Sip marisip Om Untung…
    yang di Bedugul itu namanya Danau Beratan Om…
    Yuuuks lain kali kita ke Bali… Ajak-ajak saya… 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s