Trip Pulau Bira

kalau di Sulawesi Selatan terkenal dengan Tanjung Biranya, Kepulauan Seribu yang masih masuk dalam daerah Jakarta Utara tidak mau kalah dengan Pulau Biranya

keberadaan Pulau Bira tentu saja tidak seterkenal Tanjung Bira, tak heran sewaktu saya mengatakan kepada beberapa rekan bahwa saya baru saja ke pulau bira, salah seorang yang tinggal di Makassar langsung protes karena saya tidak mampir ke rumah mereka 😀

Pulau Bira memang tidak cukup menonjol keberadaannya, bahkan diantara pulau-pulau di Kepulauan Seribu yang sering dikunjungi, pulau bira di urutan kesekian, kalah jauh dibanding pulau pramuka, pulau tidung, pulau bidadari, pulau sepa dan pulau-pulau lainnya. Tapi jika menilik ke masa lalu, ternyata pulau bira adalah salah satu pulau yang luar biasa indah dan mewah, bagaimana tidak karena di pulau ini ada lapangan golf (9 hole), cottage yang mewah di daratan maupun di atas laut sekitar pantai, bahkan ada helipad juga disana. Bisa ditebak kalau pada masa itu hanya orang-orang bermodal besar yang bisa pergi kesana, tidak heran kenapa pulau ini menjadi kurang terkenal dikalangan wisatawan bermodal backpack (baca: backpacker)

Pulau bira ada 2, pulau bira besar dan pulau bira kecil yang letaknya berdekatan tapi tidak terhubung sehingga untuk dari 1 pulau ke lainnya harus menggunakan boat/ kapal. Tidak banyak yang bisa saya ceritakan mengenai bira kecil karena kami tidak diperbolehkan untuk masuk ke pulau, kami hanya mampir di dermaga untuk snorkeling dan diving di sekitar dermaganya

Pulau bira besar memiliki pantai dengan pasir putih dan lembut, pantainya landai menjorok ke laut dengan airnya yang bening, pastinya sangat menggoda setiap pengunjung untuk segera nyebur dan bermain di pantainya. Namun perlu berhati-hati karena cukup banyak karang/ coral baik yang hidup maupun yang sudah mati, tentunya bisa melukai anda ataupun anda yang merusak coral tersebut. Jadi jika ingin bermain di laut sekitar pulau paling tepat adalah sambil snorkeling, ataupun untuk anda yang sudah memiliki license bisa juga diving.

Kondisi pulau sewaktu saya mengikuti trip bulan September 2011 sudah jauh dari masa kejayaannya dulu, tidak terlihat lagi cottage-cottage di lepas pantainya, hanya kolam renang dengan airnya yang hijau dan ditumbuhi oleh tanaman-tanaman liar yang tersisa, lapangan golf dan helipad-nya pun sudah sulit untuk dikenali karena sudah ditumbuhi semak-semak. Beberapa cottage yang masih layak ditempati menjadi tempat menginap kami, terlihat mewah memang jika kondisinya masih bagus tapi saat ini hanya pantas dijadikan tempat menginap karena tidak ada tempat lainnya.

Perlu diketahui bahwa pulau bira besar ini tidak berpenduduk, jadi sewaktu kami disana pihak panitia menyewa jasa beberapa penduduk pulau harapan yang dekat dengan pulau bira untuk menyediakan makanan bagi kami. Penerangannya menggunakan genset dan sangat terbatas, menyala hanya saat diperlukan saja. Bisa ditebak, kalau tidak berpenduduk artinya tidak ada kapal angkutan umum yang singgah di pulau ini, jadi harus menggunakan kapal sewaan ataupun kalau anda menginap di pulau-pulau sekitarnya harus menggunakan ojek kapal

Walaupun fasilitasnya sangat minim, keindahan pulau ini tetap menjadi daya tarik tersendiri, damai rasanya saat melihat matahari yang muncul dengan perlahan dari ufuk timur, melihat pasir putih memanjang dengan pohon-pohon rindang yang menaunginya, laut dan langitnya yang biru dan bening dan jika sempat snorkeling ataupun diving bisa melihat keindahan coral dan mahluk-mahluk laut disekitar pulau. Ternyata ciptaan Tuhan memang luar biasa, kemewahan dan kejayaan yang dibuat manusia bisa saja hilang ditelan waktu tapi alam ciptaan Tuhan ini memiliki caranya sendiri untuk tetap bertahan dan membuat kita berdecak kagum.

2 hari berada di pulau ini menjadi begitu special dan benar-benar menyegarkan, lupa sejenak dengan semerautnya Jakarta. Ingin sekali rasanya kembali lagi ke pulau ini, apalagi saya baru mendapatkan informasi dari seorang rekan yang sangat concern dengan kepulaun seribu bahwa saat ini sedang dilakukan pembenahan yang significant terhadap pulau bira dan diharapkan tahun depan bisa menjadi tujuan wisata yang semakin memanjakan pengunjung dengan keindahannya.

Advertisements
This entry was posted in Traveling. Bookmark the permalink.

9 Responses to Trip Pulau Bira

  1. Aliya Mu'afa says:

    hwa… jadi penasaran sama pulau birsa, nanti bikin trip kesana deh. nyesel juga waktu itu gak jadi ikutan tung…hehehehe

  2. berapa sewa ojek dari p.harapan ke p.bira?

  3. elasiiela says:

    sanat menarik ^^..
    saya dan teman” ingin sekali pergi ke pulau bira, akan tetapi masih sangat minim informasi mengenai harga-harga mulai dari penginapan, kapal PP dari muara angke, makanan dan banyak hal lainnya. mohon di share jika mengetahui rincian tersebut..
    velen dank..^^

    • untung sihombing says:

      Hi,
      waktu itu saya ikut trip diving/ snorkeling yang diadakan teman-teman dari trisakti, mereka sewa kapal sendiri dari marina.
      Nah..yang saya tahu, di Bira Besar itu tidak ada penduduk (yang ada penjaganya saja) jadi tidak ada warung dan penginapannya pun bekas resort yang masih cukup layak pakai tapi tentunya kurang terawat. Biasanya kalau mau stay di Bira, harus sekaligus sewa kapal juga karena tidak ada kapal reguler yang ke pulau ini dan juga minta ke penduduk pulau harapan (pulau berpenduduk paling dekat dengan Bira) untuk datang dan masak di Bira

      Saran saya, lebih baik ke Pulau Harapan saja. Disana ada penduduk jadi bisa nginep di homestay dan kalau makan juga pastinya banyak warung, kapal regulerpun ada dari muara angke. kalau mau ke Bira tinggal ojek kapal saja, dulu yang saya tahu cuma 3rb per org untuk nyebrang antar pulau yang dekat.

      Thanks

      • betul kata masbro untung. disini tidak ada penduduknya. hanya penjaga pulau aja yang ada disana, dan baru ramai kalau memang ada request untuk sewa villanya. biasanya kegiatan mahasiswa atau outing kantor.
        saya pernah camping ceria di pulau bira ini, tapi dibagian belakang yang agak2 *atau memang* spooky ya. temen saya juga “merasa” disamperin “sesuatu” yang pas tidur malam hari. dan dari penuturan beberapa temen2 backpacker, pulau ini angker. tapi karna saya beramai2, jadi ya biasa aja waktu itu.
        btw, nice images masbro … salam 😀

      • untung sihombing says:

        Wahh..waktu itu rame2 juga bro jadi ga berasa spooky sama sekali 😀
        Tapi nyamuk nya ampunnn dehh, banyak bgt euyy

        Thanks sudah berkunjung bro 😉

    • L says:

      Hai…
      Mungkin saya bisa merekomendasikan teman saya yg bisa membantu kamu utk mengunjungi pulau bira. 🙂
      Contact nya:
      Ellen
      081218521203
      Pin bb: 25DABF56
      Fb fans page: Dreams Trip Organizer

      • untung sihombing says:

        hi ela,

        thanks untuk infonya, kalo ada yang nanya2 tentang bira akan saya kasi contact nya ellen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s