Trip Manado

Kali ini saya ingin berbagi sedikit mengenai trip saya ke Manado awal desember 2011, traveling+diving telah merasuk sampai ke tulang dan nagih untuk dipuaskan 😀

Tapi saya memang mempunyai keinginan untuk menginjakkan kaki ke tempat-tempat baru, apalagi saya belum pernah ke Sulawesi sebelumnya. Well, tidak banyak yang bisa saya ceritakan tentang Manado karena destinasi ini sudah sangat umum dan mudah untuk dikunjungi

Bandaranya yang berlabel international airport cukup memberikan gambaran betapa kota ini sangat mudah diakses dari mana-mana dan menjadi salah satu tujuan wisata favorit, bukan hanya bagi orang lokal tapi juga manca negara. Banyak objek wisata dan pengalaman yang bisa kita dapatkan di sini, mulai dari kuliner, danau, gunung sampai bawah laut yang menakjubkan. Beberapa hari disana tentu akan saya manfaatkan sebaik-baiknya, kalau bisa semuanya dikunjungi

Untuk urusan bawah laut, Bunaken dan Lembeh adalah salah dua lokasi yang sangat terkenal di Manado, rasanya kurang afdol melabeli diri diver kalau belum berkunjung kesini, sayangnya lokasi Bunaken dan Lembeh di sisi laut yang berbeda sehingga cukup memakan waktu dan tenaga (dan biaya tambahan tentunya) jika ingin mengunjungi keduanya walaupun ada baiknya juga karena kita punya alternative dive spot jika ternyata kondisi laut salah satunya kurang bersahabat seperti yang terjadi di dive hari ke-3 kami dimana terjadi hujan dan angin kencang yang membuat laut bergejolak disepanjang pesisir pantai yang langsung berhadapan dengan pulau Bunaken sehingga semua aktivitas yang berhubungan dengan laut tidak bisa dilakukan, beruntung kami memang berencana diving ke selat Lembeh (Bitung) hari itu dan karena lokasinya yang di apit oleh 2 pulau, Lembeh cenderung tenang dan bersahabat untuk diselami

ImageDemi mengabadikan momen-momen berharga selama explore bawah laut Bunaken dan Lembeh, saya sampai bela-belain beli kamera + case underwater, sayang sekali rasanya kalau tidak ada kenang-kenangan pikir saya, dan ternyata benar…trip ini menjadi salah satu trip dimana saya paling puas dengan hasil foto underwater saya, banyak sekali objek dan seascape menarik yang bisa saya abadikan gambarnya. Diving selama 2 hari di sekitar pulau Bunaken dan pantai Kalase ditambah 1 hari di selat Lembeh rasanya masih kurang

Selain bawah lautnya, di darat pun banyak yang menarik, bubur manado salah satu makanan yang wajib untuk dicicipi, kemudian bisa mengunjungi dataran tinggi Tomohon yang sejuk yang terkenal dengan pasar tradisionalnya yang menjual berbagai macam panganan aneh (sayang kami jalannya kesiangan jadi pasarnya sudah bubar), kemudian ada danau Tondano, ada bukit kasih dan danau Linow (sayang sekali waktu kami terbatas sehingga tidak bisa berkunjung ke 2 lokasi terakhir), kemudian ada desa Woloan yang terkenal sebagai pembuat rumah panggung/ adat manado kabarnya pelanggan mereka bahkan dari luar negeri, kemudian sekalian mengarah ke bandara kami juga sempat mengunjungi MonumenYesus Memberkati.

Semoga foto-foto berikut bisa memberikan gambaran yang lebih lengkap dan hidup mengenai Trip Manado saya kali ini

Image

ImageLa rascasse, salah satu resort/dive center tertua di manado yang terletak di pesisir pantai kalase menjadi tempat kami menginap sekaligus dive center selama trip ini

Image View gunung Manado Tua di kejauhan diambil dari kapal yang akan sandar di pulau Bunaken untuk membeli tiket masuk ke Taman National Bunaken

ImageView Bunaken, sayang waktu kami terbatas untuk explore daratan pulau ini, setelah beli tiket masuk taman nasional, kami langsung menuju ke lokasi penyelaman

Beberapa hasil foto bawah laut Bunaken

Ternyata di sepanjang pantai Kalase atau dikenal juga dengan Manado Bay dan beberapa sebutan lainnya, banyak creatures menarik untuk difoto, alternative muck dive yang sangat menarik kalau pun tidak sempat explore Lembeh

Selat Lembeh, salah satu surga untuk para pencinta muck dive. Hewan laut yang aneh bin ajaib sangat banyak dan cukup mudah ditemukan di sini, bagi para pencinta foto macro (close up) pasti akan ketagihan. Pemandangan di permukaan pun menarik, sayangnya saya hanya bisa melihat-lihat dari kapal dan harus memilih untuk fokus ke kegiatan menyelam dikarenakan keterbatasan waktu

Sebelum pulang (last flight), kami sempatkan untuk mengunjungi beberapa tempat yang masih bisa dijangkau

View kota Manado dari Tomohon

Salah satu sudut danau Tondano

Persawahan disekitar danau Tondano

Desa Woloan dengan keahlian mereka untuk membuat rumah panggung/ adat Manado, dari pak supir yang mengantarkan kami saya dapatkan informasi kalau rumah-rumah ini adalah display untuk calon pembeli bisa melihat dan merasakan langsung rumah yang akan mereka beli, jika mereka sudah deal maka rumah-rumah ini akan dibongkar, kemudian bahan-bahannya akan diangkut dan dibangun permanen dilokasi yang ditentukan si pembeli, tentunya ongkos kirim ditanggung pembeli

Sebelum meninggalkan Manado, sempat narsis dulu dengan latar belakang Monumen Yesus Memberkati

Advertisements
This entry was posted in Traveling. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s