Berakhir Pekan di Bangka

Baru saja pulang dari Bunaken, saya dapat undangan dari ponakan yang akan menikah di Bangka. Kebeneran sekali karena sebelumnya ada niat juga untuk melihat Bangka secara langsung dan lebih dekat

Sesampai di Pangkal Pinang, saya langsung menyiapkan kamera untuk sekedar menangkap suasana kota itu yang tidak terlalu jauh berbeda dengan kota-kota kecil di daerah lainnya di Indonesia

Pangkal Pinang

Pangkal Pinang

Sebenarnya jadwal pesawat yang kami tumpangi delay sehingga rencana awalnya santai sekarang kami harus buru-buru menuju tempat pemberkatan, beruntung kami masih bisa sampai sesaat sebelum acara selesai, paling tidak dapat giliran foto bareng lah 😉

Pemberkatan

Weekend yang padat dan singkat itu kemudian saya manfaatkan untuk keliling dan explore Bangka seoptimal mungkin, beruntung ada teman (Thanks to Vera dan Dedy) yang menemani saya sehingga semuanya dimudahkan

Dimulai dengan kuliner di kota untuk mengisi perut yang cukup kosong sabtu siang itu, maklum saya belum sempat makan di kondangan, kemudian kami lanjutkan jalan-jalan ke daerah Sungai Liat yang merupakan daerah pesisir. Hari yang sudah cukup siang membatasi tujuan kami ke lokasi yang tidak terlalu jauh dari pusat kota, kami berkunjung ke pantai Pasir Padi. Pantai ini sangat landai dan luas, tidak mengherankan jika pantai ini sering digunakan untuk kegiatan balap motor di Bangka, pun komunitas-komunitas otomotif (mobil maupun motor) sering berkumpul disini

Pantai Pasir Padi

Pantai Pasir Padi

Kembali ke Pangkal Pinang, kami menyempatkan untuk mengisi perut yang sudah keroncongan

Makan malam

Tak puas dengan makan malam, kami berburu durian 😀

Duren

Malam itu tidur agak sulit rasanya karena kekenyangan tapi sangat puas rasanya bisa jalan-jalan dan kulineran bareng teman-teman tapi the best part nya belum nihh karena minggu pagi – siang kami akan ke beberapa pantai yang termasuk dalam jajaran pantai terbaik di Bangka

Minggu pagi kami langsung menuju pantai Matras, pasir putih dan langit birunya benar-benar sedap untuk dilihat, sayang sudah agak siang jadi matahari cukup menyengat

Pantai Matras

Kemudian Vera dan Dedy mengajak saya ke sebuah pantai yang cukup jarang dikunjungi orang karena tidak terlihat dari jalan dan kita harus jalan dulu melalui jalan setapak untuk mencapainya, pantai Tanjung Layang

Menuju Tanjung Layang

Tanjung Layang

Setelah puas foto2 dan menikmati keindahan pantai tak bertuan, kami kemudian mengunjungi salah satu resort pantai terbaik di Bangka, Pantai Parai. Tidak seperti pantai-pantai sebelumnya yang kami kunjungi, untuk masuk ke Parai kami harus membayar sejumlah uang yang dipaketin dengan makan + minum

Parai, front

Parai

Panorama Parai

Karena memang berstatus sebagai resort, Parai sangat tertata rapi dan menawarkan banyak fasilitas untuk bisa dinikmati oleh pengunjung, tentunya bayar dulu 😉

Tidak terasa waktupun sudah menjelang sore, saya harus kembali ke Pangkal Pinang untuk mengejar pesawat, tapi Vera dan Dedy belum selesai dengan kejutannya, searah jalan pulang kami singgah di sebuah kedai kopi (toko roti) tua yang masih berdiri dan menjual aneka roti dan minuman

Tung Tau 1938

Hmm…dengan mata yang dipuaskan oleh pemandangan alam Bangka yang indah dan perut yang dikenyangkan oleh panganan menarik rasanya sangat menyenangkan berakhir pekan di Bangka

Advertisements
This entry was posted in Traveling. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s