Menuju Raja Ampat

Dimulai dengan berburu tiket murah 4 bulan sebelumnya, akhirnya saya bisa mengunjungi salah satu surga dunia, Raja Ampat. Yang membuat trip ini lebih spesial adalah saya berangkat sendiri dari Jakarta karena 4 orang rekan lainnya tidak bisa pergi.

Kami bisa mendapatkan tiket murah karena penerbangannya bertahap, awalnya kami membeli tiket promo salah satu maskapai untuk penerbangan Manado-Sorong kemudian kami membeli tiket jakarta-manado secara terpisah, lumayan bisa hemat hampir 50% dari harga termurah jika menggunakan penerbangan langsung Jakarta – Sorong

Sebenarnya cukup menyedihkan awal ceritanya, selain tidak ada teman yang berangkat bareng, saya bahkan ketinggalan pesawat yang menuju Manado dan harus membeli tiket lainnya plus nunggu di bandara Soeta sekitar 6 jam (bersyukur sih ada pesawat yang berangkat pukul 01.00 dini hari kalau tidak saya tidak akan sempat untuk mengejar penerbangan Manado-Sorong)

Ini adalah kali pertama saya ke tanah papua, jadi sangat excited ketika tiba di Sorong walaupun agak sedikit bingung karena di samping landasan banyak pemukiman dan bahkan saya melihat anak-anak berpakaian seragam sekolah bisa dengan bebas berjalan dipinggiran landasan yang kecil itu, dan ternyata aksesnya memang terbuka. Teman lainnya malah pernah bilang ke saya kalau ojeg bisa masuk dan menjemput kita langsung setelah turun dari pesawat *saya pribadi tidak mengalami hal ini tapi lucu banget kalo memang benar 😀

Domine Aduard Osok

Sambil menunggu kapal cepat/ ferry berangkat dari Sorong ke Waisai (ibu kota kabupateng Raja Ampat), saya membeli pin yang berfungsi sebagai tiket masuk untuk explore Raja Ampat (R4), lumayan sih harganya Rp. 250rb berlaku selama setahun, jadi kalau dalam setahun saya mengunjungi R4 lagi makan tidak perlu untuk membeli pin baru. Saya yang buta mengenai Sorong sangat terbantu oleh Imat, teman yang memang bekerja disana yang menjemput saya di bandara kemudian mengantarkan membeli pin, kebayang repot dan ribetnya kalo saya sendirian. Karena harus bekerja, Imat hanya bisa menemani saya sebentar, setelah titip tas ke kantornya saya pun jalan-jalan keliling Sorong sambil menunggu waktu istirahat siang, Iman ingin mengajak saya makan di warung traditional yang menjual papeda dan makanan tradisional papau lainnya.

Warung TradisionalMakanan Tradisional

Penasaran dengan pantai tembok berlin, sayapun naik angkot kesana dan menemukan pantai yang cukup panjang dan landai tapi terkesan seperti tempat pembuangan sampah karena sepanjang garis pantai berserakan berbagai jenis sampah dan bahkan dibeberapa titik menumpuk. Saya pernah melihat beberapa foto sunset yang luar biasa indah di pantai ini tapi ternyata kondisi aslinya sangat memprihatinkan, salah satu bukti lagi bahwa pemerintah dan masyarakat kita belum begitu peduli dengan lingkungan.

Pantai Tembok Berlin

Sekitar pukul 2 siang saya berangkat ke Waisai yang akan memakan waktu sekitar 3 jam. Beberapa bulan sebelumnya cuma mimpi pengen ke R4 tapi sekarang saat bisa menginjakkan kaki di salah satu pulau di R4, sedikit aneh rasanya tapi senang banget. Amel dan Almer dari Urai Indonesia ternyata sudah menunggu saya, mereka akan jadi guide selama 3 hari ke depan selama saya di R4

Pelabuhan Sorong

Waisai sebagai Ibu Kota Kabupaten Raja Ampat cukup ramai dan berkembang kotanya tapi ya jangan disamakan dengan kota beneran yang aksesnya mudah, harga barang-barang tentunya lebih mahal dan sinyal handphone pun terbatas, hanya 1 operator saja yang bisa digunakan disini. Waisai lebih berkembang kearah kota bisnis dan pemukiman, dari sektor pariwisata (pantai) tidak ada yang menarik untuk dinikmati, pantainya hanya ada 1 dengan model mirip pantai Losari di Makassar, namanya pantai Waisai Torang Cinta (WTC)

WTC WTC

WTC

Di Sorong cukup banyak tersedia hotel-hotel kecil, kalo saya prefer menyebutnya homestay dengan harga yang lumayan bersahabat di kantong. Ternyata orang-orang dari Sorong cukup sering ke Waisai baik untuk keperluan kerja (PNS) ataupun bisnis, belum lagi para backpacker seperti saya yang ingin melihat Raja Ampat lebih dekat dengan budget secukupnya.

homestay

Hari itu saya hanya beristirahat karena sudah cukup sore sampai di Waisai, meregangkan otot-otot dan mengistirahatkan mata, bersiap untuk petualangan di bawah air dan juga daratan kepulauan Raja Ampat dalam 3 hari kedepan

Advertisements
This entry was posted in Traveling. Bookmark the permalink.

2 Responses to Menuju Raja Ampat

  1. sy org sorong, tp belum kesana.. hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s