Trip Bromo

Setelah mengunjungi Kawah Ijen dan Taman Nasional Baluran, perhentian berikutnya dan yang terakhir adalah Bromo

Dulu saya pernah ke Bromo tapi lebih tepatnya ke desa sekitar Bromo mengikuti teman-teman dari Peradah Indonesia (Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia) untuk mengunjungi umat suku tengger disana, tapi saat itu belum sempat untuk explore lebih jauh mengenai Bromo karena keterbatasan waktu dan kondisi saat itu sangat berdebu (pasca Bromo meletus tahun 2011 silam)

Januari memang bukan waktu berkunjung yang tepat karena sedang musim hujan, tapi puji syukur kepada Tuhan yang memberikan hari cerah kepada kami. Pukul 3 dini hari kami sudah bersiap untuk berburu sunrise di Pananjakan, awalnya memang cukup mengkhawatirkan karena kabut menutupi pemandangan sewaktu kami menunggu sunrise, ditambah lagi saya teledor sampai meninggalkan tripod yang sudah susah payah dibawa selama trip ini di penginapan. Namun sesekali kabut menghilang dan kami bisa melihat pemandangan yang spektakuler dari Pananjakan walaupun hanya hitungan detik tapi cukup menghibur pengunjung yang memenuhi tempat itu, hawa dingin yang terasa cukup menyengat pun tidak bisa menghentikan tangan-tangan yang sibuk mengotak-atik kamera demi mendapatkan foto terbaik

Bromo_Sunrise

Banyak pengunjung akhirnya meninggalkan Pananjakan menuju ke lautan pasir karena kabut yang menutupi pemandangan, tapi sekitar pukul 6 saat matahari sudah terang semua kabut terangkat dan kami bisa melihat pemandangan dengan sangat jelas

Bromo View

Desa-desa sekitar Bromo pun bisa kami lihat dari atas, beruntung saya membawa lensa tele sehingga bisa melihat lebih jelas

Tengger

Tengger

O iya, perlu untuk dicatat juga bahwa di Bromo ini jeep yang kita sewa biasanya merupakan bagian dari koperasi masyarakat sekitar yang operasinya bergantian, menurut saya hal ini sangat bagus karena jadinya teratur dan persaingannya cukup sehat, semua yang mau kerja dapat kesempatan. Selain itu, ternyata mereka juga mematok semacam batas waktu untuk mengikuti paket tournya (jadi tidak bisa seenaknya kita sewa seharian penuh), untuk biaya paket tournya tergantung dari berapa tempat (spot) yang kita tuju. Kami membeli paket tour untuk 4 tempat, kami pun tidak bisa berlama-lama di Pananjakan karena waktunya terbatas dan masih ada 3 tempat lainnya yang menunggu.

Team

Tempat berikutnya adalah Lautan Pasir dan Kawah, tapi karena cukup lama di Pananjakan akhirnya kami tidak menuju ke Kawah, hanya sekitar Pure Luhur Poten. Pengunjung terlihat ramai sekali yang menuju dan kembali dari Kawah, baik yang menyewa kuda ataupun hanya berjalan kaki

Kawah Bromo

Kawah

Tempat berikutnya yang kami kunjungi adalah Pasir Berbisik, nama pasir berbisik diambil dari sebuah film yang mana proses shooting nya dilakukan di tempat ini

Pasir Berbisik

Dan terakhir, kami ke Savanna Bromo

Savanna Bromo

Advertisements
This entry was posted in Traveling. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s